KPUD Kota Tasikmalaya Gelar Rapat Pleno Hasil Pencermatan DPT Pada Pemilu 2019

KOTA TASIK, fokuspriangan.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya gelar Rapat Pleno Hasil Pencermatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Kota Tasikmalaya Pada Pemilu Tahun 2019. Yang dilaksanakan di salahsatu hotel di Kota Tasikmalaya Kamis (13/09/2018 ).

Dalam kesempatan itu di hadiri ketua KPUD Kota Tasikmalaya Dr. Ade Zaenul Muttaqin, M.Ag, Komisioner KPU Kota Tasikmalaya Ade Kurnia, SH, Komisioner KPU,H. Bambang S. Setiyawan, SH, Hotum Hotimah, S.Ag selaku Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin, S.Sy Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Wandi Ganda Prahara, S.Ag Komisioner Bawaslu Kota Tasikmalaya, Iptu E. Sutisna Bag. Ops. Polres Tasikmalaya Kota, Ajat Sudrajat, S.Ip perwakilan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Agung Haryanto Kasi Penyajian dan Pengolahan Data Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Elga Tri Utama, ST Staf Bag. Pemerintahan, Ketua PPK se- Kota Tasikmalaya dan Perwakilan Partai Politik Peserta Pemilu 2019

Dr. Ade Zaenul Muttaqin, M.Ag selaku Ketua KPU Kota Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan rekapitulasi hasil pencermatan yg kita laksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari pleno terbuka penetapan DPT tingkat Nasional. Yang harus dilaksanakan selambat lambatnya 10 hari pasca penetapan DPT Tingkat Nasional.Pencermatan dilakukan terhadap Pemilih Ganda, Pemilih Tidak Memenuhi Syarat dan Perbaikan elemen-elemen data apabila ditemukan kekurangan atau kesalahan pencantuman elemen tersebut. KPU Kota Tasikmalaya melakukan asismen terhadap DPT yang telah ditetapkan serta berdasarkan rekomendasi Bawaslu serta menerima masukan dari Partai Politik. Pencermatan itu dilakukan secara bersama antara KPU, Bawaslu dan Partai Politik.
Data ganda ada 4 jenis kegandaan, yang terdeteksi oleh aplikasi sidalih. Data ganda ada sekitar 430 an. Pemilih yang belum masuk DPT 104 dan yang lainnya.
Data ganda yang dieksekusi setelah melalui asesment 195 orang. Yang dilakukan pertama adalah apakah data tersebut ada dalam DPT atau tidak. Yang kedua mencocokan NIK dan yang ketiga mencocokan elemen data. Data data yang ada akan kami telah dan akan di asesment,”Ucapnya.

Sementara Ijang Jamaludin, S.Sy selaku Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, mengatakan apabila DPT tidak Valid maka akan mempengaruhi kepada pengadaan logistik Pemilu. Untuk perbaikan ke depan kita akan memastikan bahwa persolan DPT tidak boleh ada data ganda. Proses ini harus menggunakan Sidalih yg terintregrasi dengan data kependudukan. Kita merekomendasikan kepada KPU Kota Tasikmalaya bahwa ada 431 orang data ganda. Kita harapkan tidak ada satupun ada pemilih memilih lebih dari satu kali. Pihak KPU harus memperbaiki data yg diduga atau diindikasikan adanya data ganda, maka hal itu harus di tindaklanjuti oleh pihak KPU yaitu hasil dari rekomendasi temuan pemilih ganda dari Parpol dan dari Bawaslu,” katanya.

“Pasca rapat ini KPU harus membuat salinan (shof copy) hari ini atau paling lambat 7 hari, hal ini untuk melakukan analisi atau pencermatan karena kami ingin DPT itu bersih. Kami hanya ingin memastikan bahwa KPU melakukan pleno ini sesuai prosedur. Tetapi KPU wajib menindaklanjuti rekomendasi baik itu dari Bawaslu, Parpol ataupun Pemerintah. Permasalahan yang terjadi diakibatkan data yang dikirim Bawaslu Jabar baru diterima tadi malam sehingga KPU tidak sempat melakukan penelaahan dan verfak. Kami minta KPU sesegera mungkin melakukan penyesuaian data dengan Disdukcapil untuk perbaikan kedepan,” pungkasnya.

Jurnalis: Andi/Ab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *